ANI.or.id

Indonesia Dorong Fundraising Digital Zakat dan Wakaf di Global WaqfTech Conference 2026 Kuala Lumpur

Kuala Lumpur, 12 April 2026 — Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong integrasi sistem zakat dan wakaf melalui transformasi digital, khususnya dalam penguatan fundraising zakat dan wakaf. Hal ini disampaikan oleh M. Arifin Purwakananta dalam forum Global WaqfTech Conference & Exhibition 2026 yang berlangsung pada 10–12 April 2026 di Kuala Lumpur dan diikuti secara hybrid oleh peserta dari berbagai negara.

Dalam kapasitasnya sebagai Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan sekaligus pengurus Asosiasi Nazhir Indonesia (ANI), M. Arifin Purwakananta menyampaikan bahwa penguatan digital fundraising merupakan pendekatan strategis dalam meningkatkan penghimpunan zakat dan wakaf di era saat ini, sekaligus memperluas dampak sosialnya, khususnya dalam mendukung program pemberdayaan dan keberlanjutan pendidikan Islam.

Ia menjelaskan bahwa transformasi tersebut dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital, penguatan sistem transparansi dan pelaporan, serta peningkatan pengalaman donatur. Pendekatan ini dinilai mampu memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga filantropi Islam. Dalam konteks ini, ANI memandang bahwa kemajuan digital fundraising tidak hanya meningkatkan penghimpunan dana, tetapi juga mendorong profesionalisasi nazhir serta pengembangan wakaf produktif di Indonesia.

Lebih lanjut, disampaikan model integrasi antara zakat dan wakaf sebagai dua instrumen yang saling melengkapi. Zakat berfungsi sebagai solusi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sementara wakaf dikembangkan sebagai sumber pembiayaan jangka panjang, termasuk dalam mendukung pembangunan pendidikan Islam.

Dalam implementasinya, dana wakaf produktif diarahkan untuk pembangunan infrastruktur dan penguatan kelembagaan pendidikan, sedangkan zakat berperan dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Sinergi ini diharapkan mampu membangun sistem pembiayaan pendidikan Islam yang berkelanjutan.

Konferensi yang diketuai oleh Ibrahim Abdul Mugis, Direktur Awqaf Africa, menghadirkan regulator, lembaga pengelola zakat dan wakaf, akademisi, serta pemimpin teknologi dari berbagai negara. Forum ini bertujuan untuk mendorong pengembangan sistem wakaf berbasis digital yang lebih terstruktur, transparan, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan apresiasi terhadap kontribusi Indonesia yang dinilai memberikan nilai tambah penting dalam pengembangan wakaf digital di tingkat global.

Forum ini juga menekankan pentingnya tata kelola berbasis digital, termasuk penerapan sistem audit dan pelaporan secara real-time sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan transparansi lembaga.

Melalui partisipasi dalam forum global ini, Indonesia—melalui peran aktif ANI—tidak hanya menunjukkan keterlibatan di tingkat internasional, tetapi juga menghadirkan model konkret pengembangan zakat dan wakaf berbasis fundraising digital yang berpotensi direplikasi secara global dalam mendukung pembangunan sosial dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan Islam.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam konferensi ini, di antaranya Dr. Noor Suhaida Kasri (ISRA Institute, INCEIF University), Dr. Muhsin Nor Paizin (Akademi Zakat PPZ MAIWP), Dr. Reza Beikzadeh (AI Scientist, Digital Carbon Ledger), serta Prof. Emeritus Dr. Barjoyai Bardai (Malaysia University of Science and Technology). Kehadiran para akademisi dan praktisi internasional tersebut semakin memperkuat kolaborasi lintas negara dalam membangun ekosistem zakat dan wakaf berbasis teknologi yang berkelanjutan.

Link Download Materi : https://drive.google.com/drive/folders/1Xfm6JSVtlDkSmWUdjNV-3y-eIVBSn3W0?usp=sharing